Senin, 07 Mei 2012

Fanfic tak berjudul


“Chanyeol-ah, suatu hari nanti kita pasti bertemu lagi. Tunggulah aku pasti kembali”

Aaaaaah sial kenangan itu selalu saja datang. 10 tahun yang lalu tepat dibawah pohon ini dia berjanji akan kembali namun itu tak pernah terjadi. Ah biarlah hanya janji seorang bocah saja kenapa harus diambil pusing.

“teng teng teng teng teng teng” bel berbunyi. Aku, Park Chanyeol siswa kelas 12 sma ini langsung bergegas menuju ruangan kelas. “Chanyeol-ah kau? Tega-teganya kau berangkat sekolah meninggalkan aku heh.” Teriak Byun Baekhyun teman sebangku ku yang sangat berisik. “Aku ada urusan, aku tak ingin kamu ikut.” Jawabku datar. Baekhyun tak sempat menjawab karena Pak Guru sudah datang dan di sampingnya ada seorang gadis pasti murid pindahan. Eh tapi sebentar wajahnya sangat familiar buatku tapi siapa yah? Rambut bergelombang yang terurai panjang, mata bulat yang bercahaya, senyum yang manis itu. Omo, mungkinkah dia itu Seohyun? Oh Seohyun?

“Annyeonghaseyo Oh Seohyun imnida. Saya pindahan dari Amerika. Please take care of me.”
Omo dia benar-benar Seohyun. Dia kembali. Akhirnya setelah 10 tahun dia kembali. Kenapa hal ini membuatku sangat senang tapi apakah dia masih ingat padaku? Apa yang harus aku lakukan, menyapanya atau pura-pura tak kenal. Aaarrrgggghhh ini benar-benar membuatku gila padahal aku hanya memikirkannya 
saja.

“Seohyun-ah kamu bisa duduk di meja no 3 di samping jendela itu. Jongin-ah , kyungsoo-yah pindahlah ke bangku yang kosong itu. Biarkanlah Seohyun duduk disana. Dan anak-anak hari ini Bapak tidak bisa mengajar karena Bapak harus pergi rapat ke SMA sebelah jadi kerjakanlah latihan matematika yang terakhir kita bahas. Kalian jangan berisik!” Asiknya tak ada Pak Guru hari ini. Hahahahaha kasian sekali nasib si Jongin dan si Kyungsoo harus pindah ke pojok. Tapi tunggu dulu, waaaaaaaaaaaaaaah itu berarti seohyun akan duduk didepan ku. Bagaimana ini ~

“Annyeong, Byun Baekhyun imnida. Kamu cukup panggil aku Baekhyun, ok. Jika kamu perlu apa pun kamu bisa bilang padaku. Aku ini orang yang bisa diandalkan hahahahaha.” “Oh annyeonghaseyo, Seohyun imnida. Ah terimakasih baekhyun-ah, bila ada sesuatu aku pasti akan memberitahumu.” Sialan mengapa si bodoh Baekhyun memperkenalkan dirinya terlebih dulu dari pada aku. Dan kenapa sibodoh itu malah tersenyum senyum seperti itu tak pernah aku melihatnya seperti itu “Chanyeol-ah ayolah kenapa kau malah bengong seperti orang bodoh begitu cepatlah beri salam.” “A-a-a-anyeonghaseyo Park Chanyeol imnida, nice to meet you Seohyun.” Aish kenapa aku memberinya salam dengan terbata-bata seperti itu sih. “Hihihihi annyeonghaseyo, nice to meet you to Chanyeol. Oh apakah kamu Park Chanyeol yang sama dengan 10 tahun yang lalu? Ah mian, dulu aku pun tinggal disini dan memiliki teman bernama Park Chanyeol dan kalian memiliki banyak persamaan sejauh yang ku ingat. Apakah benar kau Park Chanyeol yang itu? Park Chanyeol yang selalu menangis ketika melihat kecoa?” tanya Seohyun padaku sambil tertawa. “Oh ternyata kamu masih ingat padaku yah. Iya benar aku adalah Park Chanyeol yang itu.” Aish ini benar benar memalukan kenapa dia ingat itu.

Saat istirahat pun tiba, Kyungsoo merangkulku lalu mengajakku dan Baekhyun ke kantin. Ah padahal kan aku ingin mengobrol dengannya. “Chanyeol-ah sepertinya kau mengenal si anak baru itu? Ko bisa?” tanya Baekhyun dengan wajah yang penuh heran. “Yah apakah kau ingat dengan gadis yang pernah aku ceritakan padamu? Gadis yang berjanji padaku 10 tahun yang lalu? Ya itulah seohyun.” “Apaaaaa~ tidak mungkin. Benarkah? Tapi kenapa dia tak sama sekali menyebutkan janji yang pernah kalian buat? Hahahahaha aku yakin dia pasti lupa. Cinta monyet sih buat apa di ingat ingat hahahaha” “Sialan kau Byun Baekhyun. Kau 
tak percaya ucapanku?”

“Aku pulang Eomma~” “Aigoo anak ku yang tampan sudah pulang. Cepatlah ganti baju dan istirahat nak. Nanti apabila makan malam sudah siap aku panggil kau” “ne eomma, saranghae” ucapku kepada Eomma yang sangat aku cintai dan aku langsung menuju kamarku. Aaaaah gara-gara ucapan si bodoh baekhyun aku jadi kepikiran tentang Seohyun yang melupakan janji kita. Apakah benar seohyun telah melupakan janji kita? Apa yang harus aku lakukan? Bertanya padanya? “Seohyun-ah apakah kamu ingat tentang janji kita dulu?” aaaaaaandawe , mengucapkannya saja aku tidak berani. Benar benar memalukan apabila aku bertanya seperti itu. Ah sudahlah mungkin dia sudah lupa. Tapi setidaknya dia sudah menepati janjinya untuk pulang.

Saat itu jam sudah menunjukan pukul 5, kebetulan aku belum pulang karena harus mengerjakan tugas sekolah. Saat aku berjalan menuju gerbang sekolah untuk pulang tiba-tiba ada yang berteriak padaku. “PARK CHANYEOL ~ TUNGGU SEBENTAR~” Aku pun menoleh dan ternyata yang memanggilku adalah Seohyun. Sontak saja aku langsung terkejut dan menunggunya. “Aaaaah untung saja masih keburu. Aku menunggumu seharian karena banyak sekali yang ingin aku bicarakan denganmu. Aku selalu ingin mengobrol padamu tapi kau selalu aja pulang lebih cepat bersama teman-temanmu. Hari ini kita pulang bersama yah. Park Chanyeol aku benar-benar merindukanmu. Setelah 10 tahun ini kau tumbuh menjadi lelaki yang tinggi dan tampan. Apakah kau tidak merindukanku ?” “Tentu saja aku merindukanmu. Selama 10 tahun ini aku selalu menunggumu tapi tak ada kabar apapun. Aku kira kau telah melupakan janji itu.” Jawabku ketus. “Mana mungkin aku lupa. Kau tidak banyak berubah Park Chanyeol, masih saja bodoh seperti 10 tahun yang lalu hahahahaha. Apa rumah mu masih tetap sama? Aku ingin bermain kesana, ingin bertemu dengan keluargamu terutama eomma mu. Aku sangat merindukannya dan aku pun ingin melihat rumahku yang sudah lama aku tinggalkan. Dan mungkin sekarang rumah itu sudah ditempati oranglain yah.” “Tega sekali kau mengatai ku bodoh. Dan kau pun tak banyak berubah, masih cerewet seperti yang dulu. Rumahku masih tetap disana dan mainlah kapan-kapan eommaku juga selalu saja menanyakanmu padaku. Mengenai rumahmu, keluarga Baekhyun menempatinya tepat setahun sesudah kau pindah.” “Waaaah benarkah. Baiklah nanti aku akan bermain kerumahmu.” Jawabnya sambil tertawa.

Bahagia sekali hari ini bisa pulang bersamanya. Rasanya badanku ini terasa sangat panas dan jantungku berdegup dengan kencang. Oh tidak apakah aku menyukainya? Apakah perasaan ini muncul kembali? Ah sebaiknya aku tak usah terlalu memikirkannya mungkin ini hanya terbawa suasanan saja.
Hari demi hari hubunganku dengan Seohyun kembali seperti 10 tahun yang lalu. Setiap hari pun Seohyun semakin cantik dan terus saja menarik perhatianku. Tapi sepertinya Seohyun hanya menganggapku temannya. Tak apalah begini saja aku sudah senang. Asalkan bisa bersamanya setiap hari aku sudah merasa puas. Melihatnya tertawa disampingku, aku selalu ingin bisa menjaganya. Namun perasaan ku berkata ini tidak akan berjalan dengan lama.

Tidak terasa sudah hampir setahun sejak kepindahan Seohyun. Setiap hari ku selalu dihiasi oleh kecerian gadis ini. Dan hari ini pun kami pulang bersama lagi. “Chanyeol-ah ayo kita pulang. Tapi sebelum pulang kita pergi ke pohon kita yuu. Kita buat time kapsul terus 5tahun dari sekarang kita buka. Gimana gimana ?” “Ok baiklah kita menuju pohon kita.” Jawabku dengan sumbringah. “Besok bawalah benda yang paling berharga ok, nanti kita masukan disini. Dan jangan lupa buatlah surat untuk kau taruh disini yah.”

Malam harinya aku langsung menulis sebuah surat untuk dibaca Seohyun 5tahun lagi. Aku akan membuatnya kaget dengan isi suratku. Tunggu sebentar aku akan memasukan cincin keberuntunganku ini kedalam surat itu. Akan ku buat kau kaget hahahahaha.

“Seohyun-ah ini semua barang barang ku. Ada surat yang aku tulis, photo yang kita ambil saat liburan sekolah, tiket saat menonton konser EXO, pesan yang kita tulis saat pelajaran bahasa inggris, ah pokonya kamu lihat saja sendiri deh.” “woaaah chanyeol-ah, banyak sekali ini. Semuanya adalah kenangan kita. Ayo kita masukan ke kotak ini. Oyah kita photo dulu sekarang trs kasih tanggal hari ini yah, 6 mei 2017 kita akan membukanya bersama-sama.” “Baiklah Seohyun-ah.” Jawabku dengan senyuman. Tapi tiba-tiba saja saat kita berphoto Seohyun mencium pipiku dan berlalri. “ Park Chanyeol merong :p” aku kaget dan hanya bisa tertawa saat melihatnya berlari sambil tertawa dengan bahagia seperti itu.

“Eomma hari ini aku merasa tidak enak badan. Kepalaku pusing sekali rasanya mau pecah.” “Sini nak biar eomma cek suhu tubuhmu. Tapi tidak panas. Park Chanyeol jangan berbohong yah eomma tau kau ini pasti malas sekolah. Ayo cepat sana mandi” Suhu badanku emang tidak panas tapi kenapa dengan kepalaku, belakangan ini memang sering pusing tapi ini rasanya sakit sekali. Atau gara-gara terbentur kemarin yah. Aaaah tiba-tiba pandanganku menjadi kabur dan gelap. “BRUG”.

Saat ku buka mataku, aku sadar aku berada di rumah sakit. Lalu aku melihat noona dan appa di sampingku. Tapi tak ada eomma disana. Noona bilang padaku bahwa tadi pagi aku tiba-tiba pingsan. Sepertinya ada yang tidak beres dengan kepalaku. Tapi aku harap ini tidak serius. Namun tiba-tiba eomma datang lalu menyuruh Appa dan Noona keluar. Aku yakin pasti ada yang tidak beres dan benar saja eomma langsung menangis saat appa dan noona keluar. “Chanyeol-ah, apa kau baik-baik saja? Maafkan eomma yah tadi pagi sempat tidak percaya padamu. Apakah sekarang kepalamu masih sakit?” Tanya eomma sembari menangis. “sekarang sepertinya aku sudah agak baikan nih eomma. Tapi memang agak sedikit pusing sih. Tapi kenapa eomma menangis seperti itu? Aku tidak apa apa eomma ini tidak parah hanya pusing saja, aku yakin ini mungkin akibat kepalaku yang terbentur kemarin saat bermain basket tak usah khawatir padaku. Aku akan baik-baik saja.” Jawabku dengan ceria untuk menghibur eomma-ku. “Chanyeol-ah, anak ku yang paling tampan Park Chanyeol. Maafkan lah eomma mu ini nak. Eomma tak bisa menjaga dan merawatmu dengan benar. Dokter bilang kau mengidap kanker otak sayang , stadium 3. Chanyeol-ah mianhae.” Apa aku mengidap kanker, ini pasti mimpi kan tidak mungkin. Saat ini aku baru saja mendapatkan kebahagiaan namun mengapa ini bisa terjadi padaku. Apakah aku akan mati? Apa yang harus aku lakukan.

Seminggu sudah aku berada di rumah sakit dan sudah seminggu pula aku menerima kenyataan bahwa aku mengidap kanker. Aku pun memutuskan untuk tidak menceritakan masalah kanker sialan ini kepada semua temanku terutama Seohyun.

Saat aku kembali kesekolah semua menyambutku terutama Seohyun. Sepertinya saat aku di rumah sakit dia menjadi orang yang paling menderita karena aku tidak ada. Aku bilang pada semua temanku aku hanya sakit kepala dan itu tak seberapa jadi tak perlu mengkhawatirkan aku. Maafkan aku semuanya, aku membohongi kalian.

Sebulan lagi adalah kelulusan bagi kami semua tapi masih tak ada kejelasan dalam hubungan kami yang membuatnya lebih parah adalah kanker yang sekarang sudah mencapai stadium 4. Waktu ku semakin berkurang untuk berada di sisinya.

“Chanyeol-ah, bagaimana hubunganmu dengan Seohyun? Sepertinya kalian semakin akrab saja. Apakah kalian sudah resmi berpacaran?” Goda Baekhyun yang hari itu sedang menginap dirumahku padahal rumah kita bersebrangan. “Ya seperti itulah aku pun takut untuk mengatakan kalo aku suka padanya, ah sudahlah sebentar lagi kan lulus dan dia pun akan mengambil kuliah ke seoul jadi kalo kita berpisah mungkin dia akan lupa padaku.” Jawabku pada Baekhyun dengan penuh kebohongan. Mana mungkin aku bisa mengatakan aku ingin menjadi pacarnya dan akan melindunginya jika aku saja lemah seperti ini dan tak lama lagi aku pun akan meninggalkannya. Sepertinya aku harus mengatakannya pada Baekhun. “ya babo saram byun baekhyun, aku ingin mengatakan sebuah rahasia besar padamu. Apakah kau ingin tahu? Tapi berjanjilah untuk tidak mengatakannya pada siapapun juga ok, karena kau adalah satu-satunya orang yang aku percaya.” “Sialan kau Park Chanyeol, apakah kau mau mati sekarang. Hahahahaha. Baiklah baikah ayo beritahu aku, aku janji taakan memberitahu siapapun.” “Baiklah aku akan memberitahumu, tapi kau jangan kaget yah Byun Baekhyun. Hahahahaha. Aku ini mengidap kanker otak stadium 4, dan waktuku tak banyak lagi. Berjanjilah untuk tidak mengatakan pada siapapun terutama Seohyun. Aku ingin menitipkannya padamu saat aku tidak ada lagi disampingnya nanti dan kau pun kan akan kuliah di tempat yang sama bersama dia jadi beri tahu aku jika ada apa apa yah.” “YAH PARK CHANYEOL, APA KAMU BERCANDA HAH?! KENAPA KAU BARU BERITAHU AKU SEKARANG. APA KAU TAK MENGANGGAPKU SEBAGAI SAHABATMU LAGI? TEGA-TEGANYA KAU MEMIKUL BEBAN BERAT SEPERTI INI SENDIRI. TEGA-TEGANYA KAU!” jawab Baekhyun sambil menangis. “Maaf Baekhyun-ah perlu waktu lama untuk ku untuk bisa menerima semua keadaan ini. Kau adalah satu-satu nya sahabatku yang tau tentang penyakitku ini. Setidaknya nanti bila aku sudah pergi kau bisa memberitahu yang lain. Waktuku sudah hampir habis, tak lama lagi rasanya aku akan pergi. Aku menitipkan semuanya padamu Baekhyun-ah” jawabku dan entah mengapa aku pun ikut menangis bersamanya.

“dan hanbonman ne yeopeso balul matjwo georeo bogo pa hanbon, ddak hanbon mannyo” 
HP ku berbunyi dan saat ku lihat ada sms dari Seohyun mengajak ku pergi untuk bertemu, ada apakah ini.

“Akhirnya kau datang juga Park Chanyeol. Sudah lama aku menunggumu. Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan padamu. Apakah kau mencintaiku Park Chanyeol ? hampir setahun aku menunggumu untuk mengatakannya namun kau tak sekalipun mengatakannya padaku. Aku bisa jadi gila bila tau tahu kepastiannya seperti ini. Tolong jawablah Park Chanyeol. Aku yakin kau pun memilik rasa yang sama kan denganku. Setelah sekian waktu yang kita lalui bersama aku harap kau pun merasakan hal yang sama denganku. Seminggu lagi kita akan berpisah. Aku ingin kepastiannya sekarang. Tolong.” “Apa? Mencintaimu? Wow jangan salah paham Seohyun-ah selama ini aku hanya menganggap mu sebagai adikku saja tak lebih. Karena aku tak sedikitpun merasakan sesuatu selain rasa sayangku sebagai seorang kakak terhadapmu. Ini konyol sekali bagaimana bisa kau mengartikan ini sebagai cinta, hahahahahaha” jawabku dengan penuh kebohongan. “TEGA SEKALI KAU MEMPERMAINKAN PERASAANKU. AKU BENCI PADAMU.” Jawab Seohyun sambil berlari. Maafkan aku Seohyun-ah, mungkin ini lebih baik daripada bila kau bersamaku tapi kita pada akhirnya akan berpisah juga.

Pesta kelulusan pun sudah terlewati, akhirnya aku pun lulus dari SMA ini dan akan melanjutkan kuliah disini. Eomma bilang takut terjadi apa-apa denganku ya sudah aku menurut saja karena semakin hari kondisiku semakin melemah. Dan hingga hari ini Seohyun tak pernah sekali pun meneleponku atau pun sekedar mengirimkan sms padaku. Sakit bila aku harus menghadapi ini apalagi seorang diri dengan kondisi ku yang seperti ini.

Dua tahun sudah berlalu sejak hari itu. Baekhyun memberitahuku bahwa kini Seohyun sudah bersama seorang pria yang sangat tampan bernama Kris. Menurut Baekhyun, Kris itu sangat tinggi lebih tinggi daripada aku padahal tinggiku ini kan 185cm. Dan Kris pun berdarah china dan kanada. Wah ingin sekali aku melihat laki-laki itu namun sekarang aku sama sekali tak bisa beranjak dari tempat tidurku.
Rasanya aku sudah tak kuat lagi. Semua beban pun sudah hilang. Tapi ada satu hal lagi yang ingin aku lakukan yaitu bisa bilang secara langsung pada wanita yang sangat aku cintai bahwa aku sangat mencintainya. Apakah hal itu bisa terealisasi ataukah hanya angan-angan semata.

“Eomma Eomma, sini deh. Eomma sepertinya aku capek sekarang, aku kedinginan, eomma tolong peluk aku.” “Sini sini anakku yang tampan Eomma peluk.”  “Eomma aku ingin berterimakasih karena selama ini Eomma sudah mau merawatku yang seperti ini. Maafkan aku yang selalu membuatmu marah, jengkel dan maafkan juga aku tak bisa menjadi anak yang bisa membahagiakanmu aku selalu saja mengecewakanmu dan membuatmu khawatir. Tapi saat aku pergi nanti, eomma tak perlu mengkhawatirkan aku lagi, khawatirkan lah saja diri eomma sendiri dan noona juga. Karena selama ini eomma selalu saja sibuk merawatku dan lupa terhadap noona. Eomma aku ingin menitipkan sesuatu di kamarku bukalah di laci meja belajarku ada kotak berwarna silver nanti tolong berikanlah kepada Baekhyun yah eomma. Eomma tak perlu menangis lagi yah, eomma harus berjanji padaku akan kuat jika aku takada nanti dan taakan pernah menangis lagi karena aku. Buatku tangisan eomma merupakan beban terberat yang harus aku pikul.” “Chanyeol-ah jangan berkata seperti itu nak, kamu pasti sembuh. Ayo bertahanlah jangan seperti ini mana Chanyeol-ku yang biasanya ceria yang biasanya tegar. Eomma berjanji akan memenuhi semua yang kau inginkan. Tapi kau jangan seperti ini sayang. Kami semua menyanyangimu disini.” Itulah kata terakhir eomma yang bisa aku dengar sebelum aku pergi untuk selama-lamanya.

EPILOG
Baekhyun side
“ naege malhaejwo ige sarangiramyeon”

Telepon ku bebunyi. Saat kulihat ternyata Ibunya Chanyeol meneleponku. Aku tak ingin mengangkatnya karena firasatku berkata bahwa ini berita buruk. Tapi ku beranikan saja untuk mengangkat teleponnya. “Nak Baekhyun, ini Chanyeol Eomma nak. Ajhumma hanya ingin memberitahumu bahwa barusan Chanyeol baru saja meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Tolong datanglah karena ada yang Chanyeol titipkan padamu.” Air mata tiba-tiba saja turun dan aku pun langsung bergegas untuk pulang dan menelepon teman temanku yang lain. Saat aku akan menghentikan taksi aku bertemu dengan Seohyun dan Kris. Haruskah aku memberitahunya ataukah pergi saja. Tapi aku ingin memberitahunya mungkin ini terakhir kalinya dia bisa melihat Chanyeol tapi Chanyeolkan bilang tak usah memberitahunya mungkin nanti sajalah.

Setiba dirumahnya Chanyeol semua orang menangisi kepergiannya. Tak seorangpun yang tau mengenai penyakitnya ini kecuali aku. Kyungsoo yang sangat dekat dengannya pun hanya menangis tak percaya. Dan kini saatnya aku masuk dan melihatnya untuk terakhir kali. Wajahnya yang ceria kini terbaring kaku untuk selamanya taakan ada lagi park chanyeol temanku yang akan memanggil ku sibodoh lagi. Aku akan sangat merindukannya.

“Nak Baekhyun, ini ada titipan dari Chanyeol. Sebelum dia pergi dia bilang padaku untuk memberikannya padamu. Ini terimalah.” “Oh baiklah ajhumma, kamsahamnida. Ajhumma kuat yah, jangan buat Chanyeol sedih disana. Jika ada apa-apa telefon lah aku. Aku pasti akan selalu menolongmu” Aku menjawab. Aku langsung saja pulang kerumah dan masuk ke kamarku lalu aku membuka kotak yang diberikan Chanyeol untukku. Ternyata isinya 2 buah cd yang bertuliskan namaku dan namanya Seohyun ditambah sebuah kalung berbentuk bintang. Aku langsung mengerti dan aku hanya akan memutar cd yang bertuliskan namaku.

“YA BABO SARAM BYUN BAEKHYUN, jika kamu menonton cd ini berarti aku sudah pergi untuk selama-lamanya. Hahahahaha. Aku ingin meminta tolong padamu. Tolong berikanlah cd ini pada Seohyun yah. Kamu telah berjanji padaku untuk menolongku bukan. Ini terakhir kali nya aku menyusahkanmu. Aku akan sangat merindukanmu teman, maafkan lah aku tak bisa jadi teman yang baik untukmu. Jangan lupakan aku. Mari bertemu dikehidupan berikutnya. Hahahahaha annyeong Byun Baekhyun”
Sial, kenapa aku menangis. Park Chanyeol tentu saja kawan aku pasti akan memenuhi permintaan terakhirmu ini. Akan aku sampaikan hari ini juga.

“Yoboseyo, Seohyun imnida. Ini siapa yah?” “Seohyun-ah ini Baekhyun. Bisa kah kita bertemu di cafe sekarang. Ada yang ingin aku sampaikan padamu. Ini penting sekali.” “Apakah si brengsek Chanyeol yang menyuruhmu meneleponnku?” “tidak tidak, dia tak sama sekali menyuruhku tapi ada yang ingin aku berikan padamu. Ini penting.” “Baiklah satu jam lagi di cafe dekat kampus.” Inilah saatnya aku untuk memberitahukan semuanya.

“Akhirnya kau datang juga Seohyun.” “Ada apa? Apa yang kau inginkan?” “Chanyeol memberikan ini padaku, katanya tolong berikanlah padamu. Tolong terimalah mungkin kau tak akan bisa bertemu lagi dengannya untuk selama-lamanya. Baiklah hanya itu saja. Aku pergi yah.” Aku menjawab sambil berlalu pergi. Chanyeol-ah tugasku sudah ku selesaikan semoga kau bahagia disana.


Seohyun side
“Sumgyeo do twinkle eojjeona? Nune hwahk ttwi janha”

HP ku berbunyi tapi aku tak kenal dengan nomernya tak apa angkat saja siapa tau penting. “Yoboseyo, Seohyun imnida. Ini siapa yah?” “Seohyun-ah ini Baekhyun. Bisa kah kita bertemu di cafe sekarang. Ada yang ingin aku sampaikan padamu. Ini penting sekali.” “Apakah si brengsek Chanyeol yang menyuruhmu meneleponnku?” “tidak tidak, dia tak sama sekali menyuruhku tapi ada yang ingin aku berikan padamu. Ini penting.” “Baiklah satu jam lagi di cafe dekat kampus.” Ada apa Baekhyun tiba-tiba menelponku seperti ini, apa yang akan dia berikan, jangan-jangan baekhyun benar-benar membawa Chanyeol bersamanya. 

Meskipun telah 2 tahun berlalu dan kini aku bersama Kris tapi perasaanku pada Chanyeol tak pernah berubah. Aku masih tetap mencintainya. Tapi Chanyeol hanya menganggapku sebagai adiknya.
Akhirnya aku pun memutuskan untuk pergi dan sampai di tempat yang sudah aku dan Baekhyun janjikan. “Akhirnya kau datang juga Seohyun.” “Ada apa? Apa yang kau inginkan?” “Chanyeol memberikan ini padaku, katanya tolong berikanlah padamu. Tolong terimalah mungkin kau tak akan bisa bertemu lagi dengannya untuk selama-lamanya. Baiklah hanya itu saja. Aku pergi yah.” Apa yang Chanyeol berikan padaku? Mengapa dia menitipkannya pada Baekhyun tak memberikannya sendiri? Terus apa maksudnya tak bisa bertemu dengannya untuk selama-lamanya. Langsung saja aku buka dan dalam nya hanya sebuah cd dan kalung .

Pulang kerumah aku langsung bergegas menuju kamar dan memutar cd pemberian baekhyun ini. Aku sangat penasaran dengan isinya. Tapi paling ini isinya permintaan maaf, kenapa sih ga minta maaf secara langsung 
aja pake cd cd segala.

“Annyeong Seohyun-ah, ini aku Chanyeol. Jika kamu menonton cd ini berarti sekarang aku sudah ada di surga. Hahahahaha. Jangan kaget yah aku akan jelaskan semuanya. Pertama aku ingin bercerita dulu yah. Ingatkah kamu saat aku dulu masuk ke rumah sakit selama 1 minggu karena kepalaku pusing? Hari itu aku divonis mengidap kanker stadium 3 dan aku sangat takut untuk bilang padamu. Aku takut kau akan berubah padaku dan akan mengasihaniku seperti orang sakit. Aku tak mau itu terjadi makanya aku tak pernah bilang padamu. Setiap hari aku selalu saja menangis, menghitung hari hingga waktu kita habis hingga kita bepisah. Terlebih lagi saat aku menolakmu. Ingin sekali memelukmu berkata aku pun mencintaimu bukan sebagai seorang adik tetapi sebagai wanita. Aku sangat sangat sangat mencintaimu. Tapi aku memilih untuk berbohong karena jika aku menerima mu kau hanya aka sedih tak akan pernah bahagia. Melihat air matamu yang jatuh hari itu membuatku sangat terpukul dan membuat kondisiku semakin memburuk. Tapi jangan salahkan dirimu yah. Seohyun-ah aku hanya ingin bilang jaga dirimu baik-baik yah. Sekarang aku sudah tak bisa menjagamu lagi tapi aku akan selalu berada disampingmu dan selalu mengawasimu dari atas sana. Jika kau ingat padaku lihatlah kalung ini, kau pasti bisa merasakan bahwa aku ada berada disisimu. Maafkan aku Seohyun-ah, aku tak bisa menjadi laki-laki yang melindungimu. Jangan menangis karena aku lagi yah, jika kau ingat aku, kau harus tersenyum karena aku ini orang yang ceria bukan pria cengeng. Seohyun-ah suatu hari nanti jika kau sudah menikah dan memiliki anak ceritakanlah aku pada mereka ok, bahwa ibu mereka memiliki teman yang sangat kuat hahahaha. Oyah Seohyun-ah maaf aku tak bisa membuka time kapsul kita bersama-sama. Jangan kaget yah bila kau membaca suratku, dan jangan pernah membenciku ok. Jangan lupa 6 mei 2017 itu adalah janji kita untuk membuka time capsul bersama-sama. Untuk yang terakhir .

OH SEOHYUN , SARANGHAMNIDA. Annyeong ~"

Air mataku mengalir deras, ini pasti bohongkan. Chanyeol sudah tidak ada. Kenapa dia tak memberitahuku sebelumnya. Ini pasti mimpi kan, aku tak percaya. Aku akan mengeceknya sendiri. Besok aku akan pergi kerumahnya untuk memastikannya. YAH PARK CHANYEOL BERCANDAMU SANGAT KETERLALUAN SEKALI.

“Ajhuma Ahjuma. Berita itu bohongkan. Bohongkan?” teriakku sambil menangis pada ahjuma. “Tenanglah nak, sekarang chanyeol sudah tenang disana. Saat terakhir dia bilang padaku bahwa dia sudah lelah dan ingin tertidur dan sekarang dia sudah beristirahat dengan tenang. Dan dia bilang janganlah menangis bila ingin memikirkannya, jadi kamu harus kuat yah jangan menangis. Mari aku antarkan ke makamnya Chanyeol.”
Saat tiba dimakamnya chanyeol aku hanya bisa bersimpuh dan memeluknya. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutku. Maafkan aku chanyeol aku tak bisa menepati janjiku padamu aku pasti akan selalu menangis bila meningatmu. Park Chanyeol aku pun sangat mencintaimu.

Hari ini tepat tanggal 6 mei 2017. Hari yang sangat penting untuk ku karena aku akan membuka time kapsulku yang aku buat 5 tahun yang bersama chanyeol disini. Akhirnya bisa aku buka sekarang. “Chanyeol-ah hari ini aku akan pergi ke pohon kita, ayo kita buka time capsulnya bersama-sama.” Aku ingat betul dimana tempat aku dan chanyeol menguburkan time capsulnya. Tak begitu dalam menggali aku sudah menemukan sebuah kotak lusuh yang tua. Tak sabar aku langsung melihat isinya. Aaaaah semua ini sangat berharga untukku. Semua kenanganku bersama chanyeol ada disini. Dan yang paling membuatku penasaran adalah sebuah surat yang terbungkus rapi dengan amplop warna pink bertuliskan “Oh Seohyun” Waktu aku membukanya aku terkejut karena menemukan sebuah cincin dan disuratnya pun tertulis:

“OH SEOHYUN, NA RANG KYORON HAE JULAE ?”

Minggu, 19 Februari 2012

cerita sang gadis

setelah satu tahun berlalu , banyak perubahan terjadi dalam hidup sang gadis kecuali satu hal yaitu mencintai sang pria yang tak mencintainya . sebegitu besarkah cinta sang gadis ? meskipun sang gadis tahu bahwa sang pria tak mencintainya dan mencintai gadis lain yang sangat berharga untuk sang pria . merelekan sudah sang gadis lakukan , membenci pun sudah sang gadis lakukan tapi tak sedikitpun rasa cinta yang sang gadis rasakan berubah walaupun sedikit . berkata tak jujur kepada semua orang bahwa sekarang sang gadis tak lagi mencintai sang pria namun dalam hatinya sang gadis berteriak sebaliknya . dalam keheningan malam sering sang gadis menitikan air mata meratapi sang pria yang mencintai gadis lain . melihat sang pria yang bahagia bersama gadis lain membuat sang gadis merasa bahagia walaupun hatinya menjerit kesakitan . bagi sang gadis tak apa mengorbankan hatinya untuk melihat sang pria bahagia karena bagi sang gadis tak ada yang tersisa lagi selain puing puing kehancuran dalam hati sang gadis . suatu hari sang pria mengetahui kepedihan yang dirasakan sang gadis dan bersikeras bahwa sang pria ikut andil dalam kepedihan yang sang gadis rasakan dan meminta maaf atas apa yang sudah sang pria lakukan . namun sang gadis berkata tak usah meminta maaf karena semua yang terjadi adalah kesalahan sang gadis tak sedikitpun ada kesalahan sang pria . sang gadis tak suka bila sang gadis merasa dikasihani oleh orang lain apalagi oleh sang pria karena sang gadis merasa bahwa dirinya kuat untuk menjalankan apa yang terjadi dan tak perlu rasa kasihan dari orang lain . karena orang lain tak akan pernah mengerti apa yang sang gadis rasakan dan apa yang sang gadis inginkan .

Jumat, 09 Desember 2011

truthfully

maaf jika selama ini aku tidak pernah bisa untuk jujur sepenuhnya . hari demi hari aku hanya bisa berpikir untuk bisa melupakan sesosok lelaki yang telah bisa menghancurkan hati ini namun semakin aku berusaha untuk lupa dan membencinya , semakin dalam pula rasa sayang ini . dua perasaan yang bagaikan dua buah sisi koin yang saling berlawanan tumbuh bersamaan . disatu sisi aku sangat membencinya hingga aku tak mau lagi melihatnya walapun hanya bayangannya saja tapi dilain pihak aku sangat merindukannya . aku pun tidak tau manakah perasaanku yang sebenarnya benci atau suka . bila benci mengapa aku selalu ingin bertemu dengannya namun apabila sudah melihatnya tiba tiba aku sangat membencinya dan ingin sekali menjauhinya . tuhan berilah aku kepastian , aku pun tak ingin terus seperti ini . lelah menguras hati . biarkan lah dia bahagia dengan oranglain dan aku pun ingin bisa cepat cepat melupakannya , tak ingin terus seperti ini .

Kamis, 23 Juni 2011

i think is right

selama ini hanya pikiran saja bahwa kalian menjalin sebuah hubungan . selalu meyakinkan hati bahwa kalian hanya sebatas teman . namun , makin lama firasat makin kuat bahwa kalian memang bukan sebatas teman saja . terlihat jelas dari bahasa tubuh yang memberitahukan bahwa memang ada sesuatu yang terjadi . semoga salah , namun kemungkinannya saja sangat kecil . tidak merasa marah namun ada perasaan sakit di sini . tidak kecewa namun sedih . merasa senang namun perih .  tuhan , tolong berikanlah jawaban atas pertanyaan ku ini . apakah benar mereka menjalin hubungan yang lebih dari teman ? tolong jawablah

Minggu, 22 Mei 2011

i want it

kamu selalu aja kaya gini . selalu aja bikin aku salah paham . kamu tau kan aku paling gasuka dicuekin , nah kamu selalu nyuekin aku . gimana aku ga bete coba . ok kalo kamu bilang kamu orangnya ga pernah memulai tapi seengganya lah nyapa aja apa salahnya coba . aku mah ga pernah maksa kamu buat sayang atau pun suka sama aku tapi satu aja jangan pernah cuekin aku . tolong , aku paling gasuka dicuekin seolah kita ga saling kenal . terserah kamu mau mikirnya kaya apa juga , asal jangan cuekin aku . terserah kamu mau ngapain juga , asal jangan cuekin aku , terserah kamu mau deket sama orang lain juga asal jangan cuekin aku . dari dulu aku cuman pengen , kalo aku ada di deket kamu jangan cuekin aku . dipikir pikir juga kamu belum pernah sekalipun nyapa aku . kapan kamu nyapa aku . mungkin kalo senyum sering tapi pernah ga kamu manggil nama aku . cuman satu ko yang aku pengenin , JANGAN CUEKIN AKU , GASUKA .

Selasa, 17 Mei 2011

sesosok

terkadang aku selalu bingung dengan hubungan kita . teman kah atau lebih dari itu atau bahkan kurang dari teman sekali pun .terkadang sangat baik namun bisa juga sangat menyebalkan . disaat kau begitu baik , alangkah senangnya hati ini serasa ada popcorn yang meletus di dalam sini namun di saat kamu sangat menyebalkan , serasa ditikam oleh sebilah pisau yang sangat tajam . begitu hebatnya sosok mu itu sehingga bisa membuat seseorang merasa seperti ini .

Sabtu, 14 Mei 2011

mudal


capek kalo terus kaya gini . selama ini aku udah nyoba buat sabar tapi ngeliat kamunya gitu aku jadi mikir kenapa kamu kaya gini . aku juga ga tau apa yang ada dipikiran kamu . tapi apa yang aku pikirin tentang kamu semuanya ga ada yang bagus . meskipun aku mikirin yang bagus tentang kamu tetep aja SAKIT . kalo aja aku dikasih kesempatan buat ngomong , aku pengen ngeluarin semua unek unek aku . tapi kayanya bakalan susah banget ngeliat sikap kamu nya yang kaya gitu . kayanya aku nyerah aja lah . beneran udah cape banget . aku ngerasa bener bener ga dihargaain atas apa yang udah aku lakuin . bukannya aku pengen dibales ato gimana , tapi seengganya lah liat aku perhatiin aku jangan acuhin aku liat kesini , disini ada orang yang peduli sama kamu . tapi apa yang aku dapetin , cuman sakit hati yang aku dapetin , batin aku kesiksa .
kamu tau ga , disini aku berusaha buat jadi yang terbaik . aku berusaha buat masuk ke dunia kamu nyoba buat mahamin kamu tapi kamunya terus terusan gitu . nah terus kamu tau usaha aku buat ngelakuin itu semua .
gatau aku yang terlalu perasa atau kamu yang emang ga punya hati ini th yah . tapi meskipun kaya gini aku masih pengen ngucapin makasih soalnya kamu udah ngasih warna beda di hidup aku . emang bentar , cuma 2 bulan tapi itu bener bener bikin aku seneng meskipun banyak sakitnya . sampe sekarang aku masih inget semua yang kita obrolin , kejadian apa aja yang udah terjadi . pokonya aku inget semuanya .
kamu pasti mikir bukan salah kamu udah bikin aku kaya gini kan karena kamu ga pernah minta aku buat kaya gini . emang kamu ga pernah minta , jadi semuanya emang pure kesalahan aku ko kamu bener bener ga punya salah . jadi maaf kalo aku udah sering banget ngeganggu kamu yah , sampe semuanya jadi kaya gini .