“Chanyeol-ah, suatu hari nanti kita
pasti bertemu lagi. Tunggulah aku pasti kembali”
Aaaaaah sial kenangan itu selalu saja
datang. 10 tahun yang lalu tepat dibawah pohon ini dia berjanji akan kembali
namun itu tak pernah terjadi. Ah biarlah hanya janji seorang bocah saja kenapa
harus diambil pusing.
“teng teng teng teng teng teng” bel
berbunyi. Aku, Park Chanyeol siswa kelas 12 sma ini langsung bergegas menuju
ruangan kelas. “Chanyeol-ah kau? Tega-teganya kau berangkat sekolah meninggalkan
aku heh.” Teriak Byun Baekhyun teman sebangku ku yang sangat berisik. “Aku ada
urusan, aku tak ingin kamu ikut.” Jawabku datar. Baekhyun tak sempat menjawab
karena Pak Guru sudah datang dan di sampingnya ada seorang gadis pasti murid
pindahan. Eh tapi sebentar wajahnya sangat familiar buatku tapi siapa yah?
Rambut bergelombang yang terurai panjang, mata bulat yang bercahaya, senyum
yang manis itu. Omo, mungkinkah dia itu Seohyun? Oh Seohyun?
“Annyeonghaseyo Oh Seohyun imnida.
Saya pindahan dari Amerika. Please take care of me.”
Omo dia benar-benar Seohyun. Dia
kembali. Akhirnya setelah 10 tahun dia kembali. Kenapa hal ini membuatku sangat
senang tapi apakah dia masih ingat padaku? Apa yang harus aku lakukan,
menyapanya atau pura-pura tak kenal. Aaarrrgggghhh ini benar-benar membuatku
gila padahal aku hanya memikirkannya
saja.
“Seohyun-ah kamu bisa duduk di meja no
3 di samping jendela itu. Jongin-ah , kyungsoo-yah pindahlah ke bangku yang
kosong itu. Biarkanlah Seohyun duduk disana. Dan anak-anak hari ini Bapak tidak
bisa mengajar karena Bapak harus pergi rapat ke SMA sebelah jadi kerjakanlah
latihan matematika yang terakhir kita bahas. Kalian jangan berisik!” Asiknya tak
ada Pak Guru hari ini. Hahahahaha kasian sekali nasib si Jongin dan si Kyungsoo
harus pindah ke pojok. Tapi tunggu dulu, waaaaaaaaaaaaaaah itu berarti seohyun
akan duduk didepan ku. Bagaimana ini ~
“Annyeong, Byun Baekhyun imnida. Kamu
cukup panggil aku Baekhyun, ok. Jika kamu perlu apa pun kamu bisa bilang
padaku. Aku ini orang yang bisa diandalkan hahahahaha.” “Oh annyeonghaseyo,
Seohyun imnida. Ah terimakasih baekhyun-ah, bila ada sesuatu aku pasti akan
memberitahumu.” Sialan mengapa si bodoh Baekhyun memperkenalkan dirinya
terlebih dulu dari pada aku. Dan kenapa sibodoh itu malah tersenyum senyum
seperti itu tak pernah aku melihatnya seperti itu “Chanyeol-ah ayolah kenapa
kau malah bengong seperti orang bodoh begitu cepatlah beri salam.”
“A-a-a-anyeonghaseyo Park Chanyeol imnida, nice to meet you Seohyun.” Aish
kenapa aku memberinya salam dengan terbata-bata seperti itu sih. “Hihihihi
annyeonghaseyo, nice to meet you to Chanyeol. Oh apakah kamu Park Chanyeol yang
sama dengan 10 tahun yang lalu? Ah mian, dulu aku pun tinggal disini dan
memiliki teman bernama Park Chanyeol dan kalian memiliki banyak persamaan
sejauh yang ku ingat. Apakah benar kau Park Chanyeol yang itu? Park Chanyeol
yang selalu menangis ketika melihat kecoa?” tanya Seohyun padaku sambil
tertawa. “Oh ternyata kamu masih ingat padaku yah. Iya benar aku adalah Park
Chanyeol yang itu.” Aish ini benar benar memalukan kenapa dia ingat itu.
Saat istirahat pun tiba, Kyungsoo
merangkulku lalu mengajakku dan Baekhyun ke kantin. Ah padahal kan aku ingin
mengobrol dengannya. “Chanyeol-ah sepertinya kau mengenal si anak baru itu? Ko
bisa?” tanya Baekhyun dengan wajah yang penuh heran. “Yah apakah kau ingat
dengan gadis yang pernah aku ceritakan padamu? Gadis yang berjanji padaku 10
tahun yang lalu? Ya itulah seohyun.” “Apaaaaa~ tidak mungkin. Benarkah? Tapi
kenapa dia tak sama sekali menyebutkan janji yang pernah kalian buat?
Hahahahaha aku yakin dia pasti lupa. Cinta monyet sih buat apa di ingat ingat
hahahaha” “Sialan kau Byun Baekhyun. Kau
tak percaya ucapanku?”
“Aku pulang Eomma~” “Aigoo anak ku
yang tampan sudah pulang. Cepatlah ganti baju dan istirahat nak. Nanti apabila
makan malam sudah siap aku panggil kau” “ne eomma, saranghae” ucapku kepada
Eomma yang sangat aku cintai dan aku langsung menuju kamarku. Aaaaah gara-gara
ucapan si bodoh baekhyun aku jadi kepikiran tentang Seohyun yang melupakan
janji kita. Apakah benar seohyun telah melupakan janji kita? Apa yang harus aku
lakukan? Bertanya padanya? “Seohyun-ah apakah kamu ingat tentang janji kita
dulu?” aaaaaaandawe , mengucapkannya saja aku tidak berani. Benar benar
memalukan apabila aku bertanya seperti itu. Ah sudahlah mungkin dia sudah lupa.
Tapi setidaknya dia sudah menepati janjinya untuk pulang.
Saat itu jam sudah menunjukan pukul 5,
kebetulan aku belum pulang karena harus mengerjakan tugas sekolah. Saat aku
berjalan menuju gerbang sekolah untuk pulang tiba-tiba ada yang berteriak
padaku. “PARK CHANYEOL ~ TUNGGU SEBENTAR~” Aku pun menoleh dan ternyata yang
memanggilku adalah Seohyun. Sontak saja aku langsung terkejut dan menunggunya.
“Aaaaah untung saja masih keburu. Aku menunggumu seharian karena banyak sekali
yang ingin aku bicarakan denganmu. Aku selalu ingin mengobrol padamu tapi kau
selalu aja pulang lebih cepat bersama teman-temanmu. Hari ini kita pulang
bersama yah. Park Chanyeol aku benar-benar merindukanmu. Setelah 10 tahun ini
kau tumbuh menjadi lelaki yang tinggi dan tampan. Apakah kau tidak merindukanku
?” “Tentu saja aku merindukanmu. Selama 10 tahun ini aku selalu menunggumu tapi
tak ada kabar apapun. Aku kira kau telah melupakan janji itu.” Jawabku ketus.
“Mana mungkin aku lupa. Kau tidak banyak berubah Park Chanyeol, masih saja
bodoh seperti 10 tahun yang lalu hahahahaha. Apa rumah mu masih tetap sama? Aku
ingin bermain kesana, ingin bertemu dengan keluargamu terutama eomma mu. Aku
sangat merindukannya dan aku pun ingin melihat rumahku yang sudah lama aku
tinggalkan. Dan mungkin sekarang rumah itu sudah ditempati oranglain yah.”
“Tega sekali kau mengatai ku bodoh. Dan kau pun tak banyak berubah, masih
cerewet seperti yang dulu. Rumahku masih tetap disana dan mainlah kapan-kapan
eommaku juga selalu saja menanyakanmu padaku. Mengenai rumahmu, keluarga
Baekhyun menempatinya tepat setahun sesudah kau pindah.” “Waaaah benarkah.
Baiklah nanti aku akan bermain kerumahmu.” Jawabnya sambil tertawa.
Bahagia sekali hari ini bisa pulang
bersamanya. Rasanya badanku ini terasa sangat panas dan jantungku berdegup
dengan kencang. Oh tidak apakah aku menyukainya? Apakah perasaan ini muncul
kembali? Ah sebaiknya aku tak usah terlalu memikirkannya mungkin ini hanya
terbawa suasanan saja.
Hari demi hari hubunganku dengan
Seohyun kembali seperti 10 tahun yang lalu. Setiap hari pun Seohyun semakin
cantik dan terus saja menarik perhatianku. Tapi sepertinya Seohyun hanya
menganggapku temannya. Tak apalah begini saja aku sudah senang. Asalkan bisa
bersamanya setiap hari aku sudah merasa puas. Melihatnya tertawa disampingku,
aku selalu ingin bisa menjaganya. Namun perasaan ku berkata ini tidak akan
berjalan dengan lama.
Tidak terasa sudah hampir setahun sejak
kepindahan Seohyun. Setiap hari ku selalu dihiasi oleh kecerian gadis ini. Dan
hari ini pun kami pulang bersama lagi. “Chanyeol-ah ayo kita pulang. Tapi
sebelum pulang kita pergi ke pohon kita yuu. Kita buat time kapsul terus 5tahun
dari sekarang kita buka. Gimana gimana ?” “Ok baiklah kita menuju pohon kita.”
Jawabku dengan sumbringah. “Besok bawalah benda yang paling berharga ok, nanti
kita masukan disini. Dan jangan lupa buatlah surat untuk kau taruh disini yah.”
Malam harinya aku langsung menulis
sebuah surat untuk dibaca Seohyun 5tahun lagi. Aku akan membuatnya kaget dengan
isi suratku. Tunggu sebentar aku akan memasukan cincin keberuntunganku ini
kedalam surat itu. Akan ku buat kau kaget hahahahaha.
“Seohyun-ah ini semua barang barang
ku. Ada surat yang aku tulis, photo yang kita ambil saat liburan sekolah, tiket
saat menonton konser EXO, pesan yang kita tulis saat pelajaran bahasa inggris,
ah pokonya kamu lihat saja sendiri deh.” “woaaah chanyeol-ah, banyak sekali
ini. Semuanya adalah kenangan kita. Ayo kita masukan ke kotak ini. Oyah kita
photo dulu sekarang trs kasih tanggal hari ini yah, 6 mei 2017 kita akan
membukanya bersama-sama.” “Baiklah Seohyun-ah.” Jawabku dengan senyuman. Tapi
tiba-tiba saja saat kita berphoto Seohyun mencium pipiku dan berlalri. “ Park
Chanyeol merong :p” aku kaget dan hanya bisa tertawa saat melihatnya berlari
sambil tertawa dengan bahagia seperti itu.
“Eomma hari ini aku merasa tidak enak
badan. Kepalaku pusing sekali rasanya mau pecah.” “Sini nak biar eomma cek suhu
tubuhmu. Tapi tidak panas. Park Chanyeol jangan berbohong yah eomma tau kau ini
pasti malas sekolah. Ayo cepat sana mandi” Suhu badanku emang tidak panas tapi
kenapa dengan kepalaku, belakangan ini memang sering pusing tapi ini rasanya
sakit sekali. Atau gara-gara terbentur kemarin yah. Aaaah tiba-tiba pandanganku
menjadi kabur dan gelap. “BRUG”.
Saat ku buka mataku, aku sadar aku
berada di rumah sakit. Lalu aku melihat noona dan appa di sampingku. Tapi tak
ada eomma disana. Noona bilang padaku bahwa tadi pagi aku tiba-tiba pingsan.
Sepertinya ada yang tidak beres dengan kepalaku. Tapi aku harap ini tidak
serius. Namun tiba-tiba eomma datang lalu menyuruh Appa dan Noona keluar. Aku
yakin pasti ada yang tidak beres dan benar saja eomma langsung menangis saat
appa dan noona keluar. “Chanyeol-ah, apa kau baik-baik saja? Maafkan eomma yah
tadi pagi sempat tidak percaya padamu. Apakah sekarang kepalamu masih sakit?”
Tanya eomma sembari menangis. “sekarang sepertinya aku sudah agak baikan nih
eomma. Tapi memang agak sedikit pusing sih. Tapi kenapa eomma menangis seperti
itu? Aku tidak apa apa eomma ini tidak parah hanya pusing saja, aku yakin ini
mungkin akibat kepalaku yang terbentur kemarin saat bermain basket tak usah
khawatir padaku. Aku akan baik-baik saja.” Jawabku dengan ceria untuk menghibur
eomma-ku. “Chanyeol-ah, anak ku yang paling tampan Park Chanyeol. Maafkan lah
eomma mu ini nak. Eomma tak bisa menjaga dan merawatmu dengan benar. Dokter
bilang kau mengidap kanker otak sayang , stadium 3. Chanyeol-ah mianhae.” Apa
aku mengidap kanker, ini pasti mimpi kan tidak mungkin. Saat ini aku baru saja
mendapatkan kebahagiaan namun mengapa ini bisa terjadi padaku. Apakah aku akan
mati? Apa yang harus aku lakukan.
Seminggu sudah aku berada di rumah
sakit dan sudah seminggu pula aku menerima kenyataan bahwa aku mengidap kanker.
Aku pun memutuskan untuk tidak menceritakan masalah kanker sialan ini kepada
semua temanku terutama Seohyun.
Saat aku kembali kesekolah semua menyambutku
terutama Seohyun. Sepertinya saat aku di rumah sakit dia menjadi orang yang
paling menderita karena aku tidak ada. Aku bilang pada semua temanku aku hanya
sakit kepala dan itu tak seberapa jadi tak perlu mengkhawatirkan aku. Maafkan
aku semuanya, aku membohongi kalian.
Sebulan lagi adalah kelulusan bagi
kami semua tapi masih tak ada kejelasan dalam hubungan kami yang membuatnya
lebih parah adalah kanker yang sekarang sudah mencapai stadium 4. Waktu ku
semakin berkurang untuk berada di sisinya.
“Chanyeol-ah, bagaimana hubunganmu
dengan Seohyun? Sepertinya kalian semakin akrab saja. Apakah kalian sudah resmi
berpacaran?” Goda Baekhyun yang hari itu sedang menginap dirumahku padahal
rumah kita bersebrangan. “Ya seperti itulah aku pun takut untuk mengatakan kalo
aku suka padanya, ah sudahlah sebentar lagi kan lulus dan dia pun akan
mengambil kuliah ke seoul jadi kalo kita berpisah mungkin dia akan lupa
padaku.” Jawabku pada Baekhyun dengan penuh kebohongan. Mana mungkin aku bisa
mengatakan aku ingin menjadi pacarnya dan akan melindunginya jika aku saja
lemah seperti ini dan tak lama lagi aku pun akan meninggalkannya. Sepertinya
aku harus mengatakannya pada Baekhun. “ya babo saram byun baekhyun, aku ingin
mengatakan sebuah rahasia besar padamu. Apakah kau ingin tahu? Tapi berjanjilah
untuk tidak mengatakannya pada siapapun juga ok, karena kau adalah satu-satunya
orang yang aku percaya.” “Sialan kau Park Chanyeol, apakah kau mau mati
sekarang. Hahahahaha. Baiklah baikah ayo beritahu aku, aku janji taakan memberitahu
siapapun.” “Baiklah aku akan memberitahumu, tapi kau jangan kaget yah Byun
Baekhyun. Hahahahaha. Aku ini mengidap kanker otak stadium 4, dan waktuku tak
banyak lagi. Berjanjilah untuk tidak mengatakan pada siapapun terutama Seohyun.
Aku ingin menitipkannya padamu saat aku tidak ada lagi disampingnya nanti dan
kau pun kan akan kuliah di tempat yang sama bersama dia jadi beri tahu aku jika
ada apa apa yah.” “YAH PARK CHANYEOL, APA KAMU BERCANDA HAH?! KENAPA KAU BARU
BERITAHU AKU SEKARANG. APA KAU TAK MENGANGGAPKU SEBAGAI SAHABATMU LAGI?
TEGA-TEGANYA KAU MEMIKUL BEBAN BERAT SEPERTI INI SENDIRI. TEGA-TEGANYA KAU!”
jawab Baekhyun sambil menangis. “Maaf Baekhyun-ah perlu waktu lama untuk ku
untuk bisa menerima semua keadaan ini. Kau adalah satu-satu nya sahabatku yang
tau tentang penyakitku ini. Setidaknya nanti bila aku sudah pergi kau bisa
memberitahu yang lain. Waktuku sudah hampir habis, tak lama lagi rasanya aku
akan pergi. Aku menitipkan semuanya padamu Baekhyun-ah” jawabku dan entah
mengapa aku pun ikut menangis bersamanya.
“dan hanbonman ne yeopeso balul matjwo georeo
bogo pa hanbon, ddak hanbon mannyo”
HP ku berbunyi dan saat ku lihat ada sms dari Seohyun mengajak ku pergi untuk
bertemu, ada apakah ini.
“Akhirnya kau datang juga Park
Chanyeol. Sudah lama aku menunggumu. Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan
padamu. Apakah kau mencintaiku Park Chanyeol ? hampir setahun aku menunggumu
untuk mengatakannya namun kau tak sekalipun mengatakannya padaku. Aku bisa jadi
gila bila tau tahu kepastiannya seperti ini. Tolong jawablah Park Chanyeol. Aku
yakin kau pun memilik rasa yang sama kan denganku. Setelah sekian waktu yang
kita lalui bersama aku harap kau pun merasakan hal yang sama denganku. Seminggu
lagi kita akan berpisah. Aku ingin kepastiannya sekarang. Tolong.” “Apa?
Mencintaimu? Wow jangan salah paham Seohyun-ah selama ini aku hanya menganggap
mu sebagai adikku saja tak lebih. Karena aku tak sedikitpun merasakan sesuatu
selain rasa sayangku sebagai seorang kakak terhadapmu. Ini konyol sekali
bagaimana bisa kau mengartikan ini sebagai cinta, hahahahahaha” jawabku dengan
penuh kebohongan. “TEGA SEKALI KAU MEMPERMAINKAN PERASAANKU. AKU BENCI PADAMU.”
Jawab Seohyun sambil berlari. Maafkan aku Seohyun-ah, mungkin ini lebih baik
daripada bila kau bersamaku tapi kita pada akhirnya akan berpisah juga.
Pesta kelulusan pun sudah terlewati,
akhirnya aku pun lulus dari SMA ini dan akan melanjutkan kuliah disini. Eomma
bilang takut terjadi apa-apa denganku ya sudah aku menurut saja karena semakin
hari kondisiku semakin melemah. Dan hingga hari ini Seohyun tak pernah sekali
pun meneleponku atau pun sekedar mengirimkan sms padaku. Sakit bila aku harus
menghadapi ini apalagi seorang diri dengan kondisi ku yang seperti ini.
Dua tahun sudah berlalu sejak hari
itu. Baekhyun memberitahuku bahwa kini Seohyun sudah bersama seorang pria yang sangat
tampan bernama Kris. Menurut Baekhyun, Kris itu sangat tinggi lebih tinggi
daripada aku padahal tinggiku ini kan 185cm. Dan Kris pun berdarah china dan
kanada. Wah ingin sekali aku melihat laki-laki itu namun sekarang aku sama
sekali tak bisa beranjak dari tempat tidurku.
Rasanya aku sudah tak kuat lagi. Semua
beban pun sudah hilang. Tapi ada satu hal lagi yang ingin aku lakukan yaitu
bisa bilang secara langsung pada wanita yang sangat aku cintai bahwa aku sangat
mencintainya. Apakah hal itu bisa terealisasi ataukah hanya angan-angan semata.
“Eomma Eomma, sini deh. Eomma sepertinya
aku capek sekarang, aku kedinginan, eomma tolong peluk aku.” “Sini sini anakku
yang tampan Eomma peluk.” “Eomma aku
ingin berterimakasih karena selama ini Eomma sudah mau merawatku yang seperti
ini. Maafkan aku yang selalu membuatmu marah, jengkel dan maafkan juga aku tak
bisa menjadi anak yang bisa membahagiakanmu aku selalu saja mengecewakanmu dan
membuatmu khawatir. Tapi saat aku pergi nanti, eomma tak perlu mengkhawatirkan
aku lagi, khawatirkan lah saja diri eomma sendiri dan noona juga. Karena selama
ini eomma selalu saja sibuk merawatku dan lupa terhadap noona. Eomma aku ingin
menitipkan sesuatu di kamarku bukalah di laci meja belajarku ada kotak berwarna
silver nanti tolong berikanlah kepada Baekhyun yah eomma. Eomma tak perlu
menangis lagi yah, eomma harus berjanji padaku akan kuat jika aku takada nanti
dan taakan pernah menangis lagi karena aku. Buatku tangisan eomma merupakan
beban terberat yang harus aku pikul.” “Chanyeol-ah jangan berkata seperti itu
nak, kamu pasti sembuh. Ayo bertahanlah jangan seperti ini mana Chanyeol-ku
yang biasanya ceria yang biasanya tegar. Eomma berjanji akan memenuhi semua
yang kau inginkan. Tapi kau jangan seperti ini sayang. Kami semua menyanyangimu
disini.” Itulah kata terakhir eomma yang bisa aku dengar sebelum aku pergi
untuk selama-lamanya.
EPILOG
Baekhyun side
“ naege malhaejwo ige sarangiramyeon”
Telepon ku bebunyi. Saat kulihat
ternyata Ibunya Chanyeol meneleponku. Aku tak ingin mengangkatnya karena
firasatku berkata bahwa ini berita buruk. Tapi ku beranikan saja untuk
mengangkat teleponnya. “Nak Baekhyun, ini Chanyeol Eomma nak. Ajhumma hanya
ingin memberitahumu bahwa barusan Chanyeol baru saja meninggalkan kita untuk
selama-lamanya. Tolong datanglah karena ada yang Chanyeol titipkan padamu.” Air
mata tiba-tiba saja turun dan aku pun langsung bergegas untuk pulang dan
menelepon teman temanku yang lain. Saat aku akan menghentikan taksi aku bertemu
dengan Seohyun dan Kris. Haruskah aku memberitahunya ataukah pergi saja. Tapi
aku ingin memberitahunya mungkin ini terakhir kalinya dia bisa melihat Chanyeol
tapi Chanyeolkan bilang tak usah memberitahunya mungkin nanti sajalah.
Setiba dirumahnya Chanyeol semua orang
menangisi kepergiannya. Tak seorangpun yang tau mengenai penyakitnya ini
kecuali aku. Kyungsoo yang sangat dekat dengannya pun hanya menangis tak
percaya. Dan kini saatnya aku masuk dan melihatnya untuk terakhir kali.
Wajahnya yang ceria kini terbaring kaku untuk selamanya taakan ada lagi park
chanyeol temanku yang akan memanggil ku sibodoh lagi. Aku akan sangat
merindukannya.
“Nak Baekhyun, ini ada titipan dari
Chanyeol. Sebelum dia pergi dia bilang padaku untuk memberikannya padamu. Ini
terimalah.” “Oh baiklah ajhumma, kamsahamnida. Ajhumma kuat yah, jangan buat
Chanyeol sedih disana. Jika ada apa-apa telefon lah aku. Aku pasti akan selalu
menolongmu” Aku menjawab. Aku langsung saja pulang kerumah dan masuk ke kamarku
lalu aku membuka kotak yang diberikan Chanyeol untukku. Ternyata isinya 2 buah
cd yang bertuliskan namaku dan namanya Seohyun ditambah sebuah kalung berbentuk
bintang. Aku langsung mengerti dan aku hanya akan memutar cd yang bertuliskan
namaku.
“YA BABO SARAM BYUN BAEKHYUN, jika
kamu menonton cd ini berarti aku sudah pergi untuk selama-lamanya. Hahahahaha.
Aku ingin meminta tolong padamu. Tolong berikanlah cd ini pada Seohyun yah.
Kamu telah berjanji padaku untuk menolongku bukan. Ini terakhir kali nya aku
menyusahkanmu. Aku akan sangat merindukanmu teman, maafkan lah aku tak bisa
jadi teman yang baik untukmu. Jangan lupakan aku. Mari bertemu dikehidupan
berikutnya. Hahahahaha annyeong Byun Baekhyun”
Sial, kenapa aku menangis. Park
Chanyeol tentu saja kawan aku pasti akan memenuhi permintaan terakhirmu ini.
Akan aku sampaikan hari ini juga.
“Yoboseyo, Seohyun imnida. Ini siapa
yah?” “Seohyun-ah ini Baekhyun. Bisa kah kita bertemu di cafe sekarang. Ada
yang ingin aku sampaikan padamu. Ini penting sekali.” “Apakah si brengsek
Chanyeol yang menyuruhmu meneleponnku?” “tidak tidak, dia tak sama sekali
menyuruhku tapi ada yang ingin aku berikan padamu. Ini penting.” “Baiklah satu
jam lagi di cafe dekat kampus.” Inilah saatnya aku untuk memberitahukan
semuanya.
“Akhirnya kau datang juga Seohyun.”
“Ada apa? Apa yang kau inginkan?” “Chanyeol memberikan ini padaku, katanya
tolong berikanlah padamu. Tolong terimalah mungkin kau tak akan bisa bertemu
lagi dengannya untuk selama-lamanya. Baiklah hanya itu saja. Aku pergi yah.”
Aku menjawab sambil berlalu pergi. Chanyeol-ah tugasku sudah ku selesaikan
semoga kau bahagia disana.
Seohyun side
“Sumgyeo do twinkle eojjeona? Nune
hwahk ttwi janha”
HP ku berbunyi tapi aku tak kenal
dengan nomernya tak apa angkat saja siapa tau penting. “Yoboseyo, Seohyun
imnida. Ini siapa yah?” “Seohyun-ah ini Baekhyun. Bisa kah kita bertemu di cafe
sekarang. Ada yang ingin aku sampaikan padamu. Ini penting sekali.” “Apakah si
brengsek Chanyeol yang menyuruhmu meneleponnku?” “tidak tidak, dia tak sama
sekali menyuruhku tapi ada yang ingin aku berikan padamu. Ini penting.”
“Baiklah satu jam lagi di cafe dekat kampus.” Ada apa Baekhyun tiba-tiba
menelponku seperti ini, apa yang akan dia berikan, jangan-jangan baekhyun
benar-benar membawa Chanyeol bersamanya.
Meskipun telah 2 tahun berlalu dan
kini aku bersama Kris tapi perasaanku pada Chanyeol tak pernah berubah. Aku
masih tetap mencintainya. Tapi Chanyeol hanya menganggapku sebagai adiknya.
Akhirnya aku pun memutuskan untuk
pergi dan sampai di tempat yang sudah aku dan Baekhyun janjikan. “Akhirnya kau
datang juga Seohyun.” “Ada apa? Apa yang kau inginkan?” “Chanyeol memberikan
ini padaku, katanya tolong berikanlah padamu. Tolong terimalah mungkin kau tak
akan bisa bertemu lagi dengannya untuk selama-lamanya. Baiklah hanya itu saja.
Aku pergi yah.” Apa yang Chanyeol berikan padaku? Mengapa dia menitipkannya
pada Baekhyun tak memberikannya sendiri? Terus apa maksudnya tak bisa bertemu
dengannya untuk selama-lamanya. Langsung saja aku buka dan dalam nya hanya
sebuah cd dan kalung .
Pulang kerumah aku langsung bergegas
menuju kamar dan memutar cd pemberian baekhyun ini. Aku sangat penasaran dengan
isinya. Tapi paling ini isinya permintaan maaf, kenapa sih ga minta maaf secara
langsung
aja pake cd cd segala.
“Annyeong Seohyun-ah, ini aku
Chanyeol. Jika kamu menonton cd ini berarti sekarang aku sudah ada di surga.
Hahahahaha. Jangan kaget yah aku akan jelaskan semuanya. Pertama aku ingin
bercerita dulu yah. Ingatkah kamu saat aku dulu masuk ke rumah sakit selama 1
minggu karena kepalaku pusing? Hari itu aku divonis mengidap kanker stadium 3
dan aku sangat takut untuk bilang padamu. Aku takut kau akan berubah padaku dan
akan mengasihaniku seperti orang sakit. Aku tak mau itu terjadi makanya aku tak
pernah bilang padamu. Setiap hari aku selalu saja menangis, menghitung hari
hingga waktu kita habis hingga kita bepisah. Terlebih lagi saat aku menolakmu.
Ingin sekali memelukmu berkata aku pun mencintaimu bukan sebagai seorang adik
tetapi sebagai wanita. Aku sangat sangat sangat mencintaimu. Tapi aku memilih
untuk berbohong karena jika aku menerima mu kau hanya aka sedih tak akan pernah
bahagia. Melihat air matamu yang jatuh hari itu membuatku sangat terpukul dan
membuat kondisiku semakin memburuk. Tapi jangan salahkan dirimu yah. Seohyun-ah
aku hanya ingin bilang jaga dirimu baik-baik yah. Sekarang aku sudah tak bisa
menjagamu lagi tapi aku akan selalu berada disampingmu dan selalu mengawasimu
dari atas sana. Jika kau ingat padaku lihatlah kalung ini, kau pasti bisa
merasakan bahwa aku ada berada disisimu. Maafkan aku Seohyun-ah, aku tak bisa
menjadi laki-laki yang melindungimu. Jangan menangis karena aku lagi yah, jika
kau ingat aku, kau harus tersenyum karena aku ini orang yang ceria bukan pria
cengeng. Seohyun-ah suatu hari nanti jika kau sudah menikah dan memiliki anak
ceritakanlah aku pada mereka ok, bahwa ibu mereka memiliki teman yang sangat
kuat hahahaha. Oyah Seohyun-ah maaf aku tak bisa membuka time kapsul kita
bersama-sama. Jangan kaget yah bila kau membaca suratku, dan jangan pernah
membenciku ok. Jangan lupa 6 mei 2017 itu adalah janji kita untuk membuka time
capsul bersama-sama. Untuk yang terakhir .
OH SEOHYUN , SARANGHAMNIDA. Annyeong ~"
Air mataku mengalir deras, ini pasti
bohongkan. Chanyeol sudah tidak ada. Kenapa dia tak memberitahuku sebelumnya.
Ini pasti mimpi kan, aku tak percaya. Aku akan mengeceknya sendiri. Besok aku
akan pergi kerumahnya untuk memastikannya. YAH PARK CHANYEOL BERCANDAMU SANGAT
KETERLALUAN SEKALI.
“Ajhuma Ahjuma. Berita itu bohongkan.
Bohongkan?” teriakku sambil menangis pada ahjuma. “Tenanglah nak, sekarang
chanyeol sudah tenang disana. Saat terakhir dia bilang padaku bahwa dia sudah
lelah dan ingin tertidur dan sekarang dia sudah beristirahat dengan tenang. Dan
dia bilang janganlah menangis bila ingin memikirkannya, jadi kamu harus kuat
yah jangan menangis. Mari aku antarkan ke makamnya Chanyeol.”
Saat tiba dimakamnya chanyeol aku
hanya bisa bersimpuh dan memeluknya. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari
mulutku. Maafkan aku chanyeol aku tak bisa menepati janjiku padamu aku pasti
akan selalu menangis bila meningatmu. Park Chanyeol aku pun sangat mencintaimu.
Hari ini tepat tanggal 6 mei 2017.
Hari yang sangat penting untuk ku karena aku akan membuka time kapsulku yang
aku buat 5 tahun yang bersama chanyeol disini. Akhirnya bisa aku buka sekarang.
“Chanyeol-ah hari ini aku akan pergi ke pohon kita, ayo kita buka time
capsulnya bersama-sama.” Aku ingat betul dimana tempat aku dan chanyeol
menguburkan time capsulnya. Tak begitu dalam menggali aku sudah menemukan
sebuah kotak lusuh yang tua. Tak sabar aku langsung melihat isinya. Aaaaah
semua ini sangat berharga untukku. Semua kenanganku bersama chanyeol ada
disini. Dan yang paling membuatku penasaran adalah sebuah surat yang terbungkus
rapi dengan amplop warna pink bertuliskan “Oh Seohyun” Waktu aku membukanya aku
terkejut karena menemukan sebuah cincin dan disuratnya pun tertulis:
“OH SEOHYUN, NA RANG KYORON HAE JULAE
?”